BLOGGER TEMPLATES Funny Pictures

Kamis, 28 Juni 2012

Menyesal

Masih sering nyesel kalo inget dulu banyak yg mau berkorban,tapi malah milih orang yang salah.
Sekarang ngrasa kehilangan banget..
Ya Allah, cukup sekali itu aja..
 
Mungkin ini karma buatku
Menyia-nyiakan mereka yang begitu baik,
menunggu sesuatu yang tak pasti,
terlalu teguh pada pendirian yang kolot,
ah semuanya memang salahku

Aku pantas mendapat karma,

aku wajar menerima dia,
ya dia, yang di mata orang-orang begitu... ~ah sudahlah

Aku memang telah dibutakan

Aku telah dilinglungkan
Dan aku pantas mendapat itu semua, mungkin
Tapi, saat aku sudah benar-benar tersiksa,
apakah hukumanku sudah selesai?

Apakah karmaku sudah puas melihatku menderita,
menghancurkan diri sendiri,
menghianati hati nurani,puaskah?

Aku harap ini cukup,

ya, 2 bulan kurang 3 hari bersamanya,
cukup kan?
Bukankah itu waktu yang lama?
Entahlah, tapi aku merasakannya seperti berabad-abad lamanya
Oke, berarti hukumanku sudah selesai kan?

Biarkan aku hidup tenang
Biarkan aku mengepakkan sayap lagi
Dan cukup sekali itu saja aku membodohi diri sendiri

~17 September 2011~

GEGURITAN

Geguritan (puisi berbahasa jawa) ini saya tulis saat hari pertama MOS SMA, tepatnya tanggal 10 Juli 2010.
Geguritan ini adalah hasil hukuman gara-gara telat, haha :malu:
Saya nulis ini sekitar 5 menit, dan mungkin bahasa jawanya masih kacau banget,
tapi ya silakan kalo mau liat :D

LINTANG KANGGO SUKMAKU

Wengi sansaya musna
Raditya mijil ing sisih purwa
Sang bayu sumilir nusuk bebalungan
Nanging sira isih anteng
Meneng ing ngisoring akasa

Esuk gumebyar nuli
Wektu lumaku
Srengenge madeg ing pucuk langit
Ngaburke ati saka ragaku

Sukmaku mabur ing kala wengi njelang
Njarah lintang-lintang
Kanggo atiku supaya padhang


[in memoriam...
(hasil hukuman telat MOS :D )
10 juli 2010]

Jangan Cintai Aku


Jangan cintai aku karna aku cantik,
sebab jika kecantikanku sirna, cintamu akan pudar juga..

Jangan cintai aku karna harta,
sebab jika aku jatuh miskin, cintamu juga turut raib..

Jangan cintai aku karna aku pintar,
sebab jika aku terlihat bodoh, cintamu akan terkecoh..

Jangan cintai aku karna aku baik,
sebab jika kekhilafan menjelang, cintamu juga akan hilang..

Jangan cintai aku karna napsumu,
sebab seiring waktu berlalu, cintamu pasti perlahan luntur..

Tapi cintai aku dengan ketulusanmu,
lihat aku apa adanya sebagai aku,
karna dari palung hatimu,
cinta itu teramu,
dan takkan pernah tersapu,
sampai akhirnya waktu...



~27 September 2010~

Kamis, 17 Mei 2012

Menaklukkan Buaya

Dulu, aku sempat berpikir begini:

Seperti seorang awam yang tak sadar menceburkan diri ke kolam buaya.
Dia takut,
tapi apa mungkin dia bisa menjinakkan buaya itu?
Apa yg harus dia lakukan?
Dia tak tau apa-apa, tak tau bagaimana harus berbuat pada si buaya.
Tapi dia sudah terlanjur..
Padahal sebenarnya binatang yang dia suka adalah binatang berbulu lembut,
bukan hewan buas yang berduri.
Tapi jiwanya terlalu keras,
harga diri yang sudah jatuh tetap dia pertahankan agar tak bobrok.
Dia tetap bertahan,
bertekad menjinakkan buaya itu, hingga bisa takluk sperti hewan jinak yg berbulu.
Dia tetap bergeming,
meski banyak uluran tangan yang ingin membantunya 'mentas' dari kolam tersebut.

Dia begitu bodoh..
Pikirannya masih begitu polos.
Seekor buaya ingin diubahnya menjadi sejinak kucing.
Mustahil?
Tidak, pikirnya waktu itu.
Semua dilakukannya karna terlanjur.
Terlanjur menceburkan diri di kolam buaya..
Semua dijalaninya demi tanggung jawab.
Tanggung jawab atas keputusan bodohnya.
Tak mungkin dia menyerah, walau sebenarnya sudah lelah.
Tak mungkin, sebelum buaya itu berubah.

Oh buaya, bisakah kau berubah menjadi sejinak kucing??


Hari demi hari, si bodoh melewati dg berdiam di samping buaya..
Dia tak tau harus berbuat apa..
Dia hanya bisa diam seraya berdoa..

Orang" mengira dia tlah bahagia,
padahal sebenarnya dia sangat tersiksa..

Tiap malam, dia tangisi kebodohannya..
Tiap saat, penyesalan slalu menghantuinya..

Dia sendiri dan tak berdaya..
Dia bingung bagaimana menyikapi si buaya..

Dia lelah, tapi enggan menyerah..
Jalan hidup mereka tidaklah searah..
Tapi tekadnya ingin membuat buaya berubah..
Walau dia tau itu tak mudah..

Satu purnama terlewati,
si bodoh masih setia mendampingi buaya..
Tapi belum sampai datang purnama kedua,
hati si bodoh telah terbuka..
Semakin dia ingin mendekat, semakin hatinya memberontak..
Dia sudah tak sanggup lagi..

Dengan uluran sahabat" terbaiknya, dia pun 'mentas' dari kolam buaya itu..
Namun beban belumlah hilang..
Cerita pahit itu masih tertinggal di memorinya..

Semua adalah kesalahan dan kebodohannya..
Dia tak menyalahkan si buaya..

Tapi, yg namanya buaya tetaplah buaya!



~ya, itu cerita tentang pacaran pertamaku.
aneh kan?
#miris

Sabtu, 28 April 2012

Cerita Dari Bulan (5) ~ Ending

matahari,
bintang,
awan,
langit,

terimakasih telah sempat menjadi bagian dari hidup bulan...

dari kalian, aku merasakan banyak hal..
merasa dicintai,
mencintai,
bimbang,
dilema,
kehilangan..

dari kalian, aku belajar banyak hal..
belajar mengasihi,
menerima,
menjaga,
memahami,
dan ikhlas...

terimakasih telah memberiku sinar,
terimakasih telah melindungiku,
terimakasih telah menaungiku...

kalian memintaku untuk memilih salah satu di antara kalian..
tapi, aku tak bisa..
setidaknya untuk saat ini..

lebih baik sendiri..
tak saling menyakiti..
hingga suatu saat nanti,
kita temukan yang sejati...

~ 2010

Cerita Dari Bulan (4) ~ Cerita Bulan dengan Langit

matahari musnah,
cahaya bintang pudar,
awan pergi,
aku sendiri..

bulan yg malang..

aku tak tau harus berlindung kemana lagi..
tak tau harus berkeluh kesah pada siapa lagi..
semuanya pergi, tak kembali..

salah siapa?
aku..

aku, bulan yg bodoh..

hingga suatu saat langit menyadarkanku..
dialah yg slalu ada untukku..
dialah yg slalu berjalan di belakangku,
mengawasi sgala tingkahku..
dia yg selama ini menaungiku...

dia, langit,
sahabat lamaku..
tak kusangka masih peduli padaku..

aku tak ingin mengulang kesalahan kedua, keempat..
tak ingin mengubah keadaan ini..

aku ingin langit tetap menjadi langit...

Cerita Dari Bulan (3) ~ Cerita Bulan dengan Awan

awan adalah sahabatku..
sahabat sejatiku,
dulu..

ya, dulu,
dia selalu menemaniku,
melindungiku,
dan menjagaku..

dia tempatku bersembunyi,
berkeluh kesah,
dan bermimpi..

tapi semenjak ada bintang,
awan berubah..
dia membenci mimpi"ku bersama bintang,
dia memintaku untuk menjauh dari bintang..

aku tak tau mengapa..
tapi ternyata awan benar,
bintang bukan yg terbaik untukku..
awan benar,
keindahan bintang hanya terpancar dari luarnya saja..

aku menyesal karna tak mendengarkan nasihat awan..
aku menyesal..

sekarang awan telah pergi..
tak ada lagi yg menemani..
tak ada lagi yg melindungi..

itu smua karna kesalahanku..

andai awan tau,
betapa aku merasa kehilangannya...
dia memang dekat,
tapi jiwanya smakin jauh dariku..
andai awan tau,
betapa aku sangat merindukannya...

aku sadar,
awan lah yg terbaik untukku...
aku, mungkin,
mencintainya..

tapi semuanya percuma..
awan bukan awanku yg dulu..
dia tak akan mempedulikanku lagi..

aku, bulan yg bodoh