Dulu, aku sempat berpikir begini:
Seperti seorang awam yang tak sadar menceburkan diri ke kolam buaya.
Dia takut,
tapi apa mungkin dia bisa menjinakkan buaya itu?
Apa yg harus dia lakukan?
Dia tak tau apa-apa, tak tau bagaimana harus berbuat pada si buaya.
Tapi dia sudah terlanjur..
Padahal sebenarnya binatang yang dia suka adalah binatang berbulu lembut,
bukan hewan buas yang berduri.
Tapi jiwanya terlalu keras,
harga diri yang sudah jatuh tetap dia pertahankan agar tak bobrok.
Dia tetap bertahan,
bertekad menjinakkan buaya itu, hingga bisa takluk sperti hewan jinak yg berbulu.
Dia tetap bergeming,
meski banyak uluran tangan yang ingin membantunya 'mentas' dari kolam tersebut.
Dia begitu bodoh..
Pikirannya masih begitu polos.
Seekor buaya ingin diubahnya menjadi sejinak kucing.
Mustahil?
Tidak, pikirnya waktu itu.
Semua dilakukannya karna terlanjur.
Terlanjur menceburkan diri di kolam buaya..
Semua dijalaninya demi tanggung jawab.
Tanggung jawab atas keputusan bodohnya.
Tak mungkin dia menyerah, walau sebenarnya sudah lelah.
Tak mungkin, sebelum buaya itu berubah.
Oh buaya, bisakah kau berubah menjadi sejinak kucing??
Hari demi hari, si bodoh melewati dg berdiam di samping buaya..
Dia tak tau harus berbuat apa..
Dia hanya bisa diam seraya berdoa..
Orang" mengira dia tlah bahagia,
padahal sebenarnya dia sangat tersiksa..
Tiap malam, dia tangisi kebodohannya..
Tiap saat, penyesalan slalu menghantuinya..
Dia sendiri dan tak berdaya..
Dia bingung bagaimana menyikapi si buaya..
Dia lelah, tapi enggan menyerah..
Jalan hidup mereka tidaklah searah..
Tapi tekadnya ingin membuat buaya berubah..
Walau dia tau itu tak mudah..
Satu purnama terlewati,
si bodoh masih setia mendampingi buaya..
Tapi belum sampai datang purnama kedua,
hati si bodoh telah terbuka..
Semakin dia ingin mendekat, semakin hatinya memberontak..
Dia sudah tak sanggup lagi..
Dengan uluran sahabat" terbaiknya, dia pun 'mentas' dari kolam buaya itu..
Namun beban belumlah hilang..
Cerita pahit itu masih tertinggal di memorinya..
Semua adalah kesalahan dan kebodohannya..
Dia tak menyalahkan si buaya..
Tapi, yg namanya buaya tetaplah buaya!
~ya, itu cerita tentang pacaran pertamaku.
aneh kan?
#miris
Kamis, 17 Mei 2012
Menaklukkan Buaya
Diposting oleh Mahkota Bunga di 22.08 0 komentar
Sabtu, 28 April 2012
Cerita Dari Bulan (5) ~ Ending
bintang,
awan,
langit,
terimakasih telah sempat menjadi bagian dari hidup bulan...
dari kalian, aku merasakan banyak hal..
merasa dicintai,
mencintai,
bimbang,
dilema,
kehilangan..
dari kalian, aku belajar banyak hal..
belajar mengasihi,
menerima,
menjaga,
memahami,
dan ikhlas...
terimakasih telah memberiku sinar,
terimakasih telah melindungiku,
terimakasih telah menaungiku...
kalian memintaku untuk memilih salah satu di antara kalian..
tapi, aku tak bisa..
setidaknya untuk saat ini..
lebih baik sendiri..
tak saling menyakiti..
hingga suatu saat nanti,
kita temukan yang sejati...
Diposting oleh Mahkota Bunga di 00.30 0 komentar
Cerita Dari Bulan (4) ~ Cerita Bulan dengan Langit
matahari musnah,
cahaya bintang pudar,
awan pergi,
aku sendiri..
bulan yg malang..
aku tak tau harus berlindung kemana lagi..
tak tau harus berkeluh kesah pada siapa lagi..
semuanya pergi, tak kembali..
salah siapa?
aku..
aku, bulan yg bodoh..
hingga suatu saat langit menyadarkanku..
dialah yg slalu ada untukku..
dialah yg slalu berjalan di belakangku,
mengawasi sgala tingkahku..
dia yg selama ini menaungiku...
dia, langit,
sahabat lamaku..
tak kusangka masih peduli padaku..
aku tak ingin mengulang kesalahan kedua, keempat..
tak ingin mengubah keadaan ini..
aku ingin langit tetap menjadi langit...
Diposting oleh Mahkota Bunga di 00.21 0 komentar
Cerita Dari Bulan (3) ~ Cerita Bulan dengan Awan
awan adalah sahabatku..
sahabat sejatiku,
dulu..
ya, dulu,
dia selalu menemaniku,
melindungiku,
dan menjagaku..
dia tempatku bersembunyi,
berkeluh kesah,
dan bermimpi..
tapi semenjak ada bintang,
awan berubah..
dia membenci mimpi"ku bersama bintang,
dia memintaku untuk menjauh dari bintang..
aku tak tau mengapa..
tapi ternyata awan benar,
bintang bukan yg terbaik untukku..
awan benar,
keindahan bintang hanya terpancar dari luarnya saja..
aku menyesal karna tak mendengarkan nasihat awan..
aku menyesal..
sekarang awan telah pergi..
tak ada lagi yg menemani..
tak ada lagi yg melindungi..
itu smua karna kesalahanku..
andai awan tau,
betapa aku merasa kehilangannya...
dia memang dekat,
tapi jiwanya smakin jauh dariku..
andai awan tau,
betapa aku sangat merindukannya...
aku sadar,
awan lah yg terbaik untukku...
aku, mungkin,
mencintainya..
tapi semuanya percuma..
awan bukan awanku yg dulu..
dia tak akan mempedulikanku lagi..
aku, bulan yg bodoh
Diposting oleh Mahkota Bunga di 00.18 0 komentar
Cerita Dari Bulan (2) ~ Cerita Bulan dengan Bintang
sesaat setelah aku hampir mati karna sinar matahari,
ada sebuah bintang yg menghampiriku..
dia, bintang redup..
meski sinarnya redup, tapi mampu mendamaikan hatiku..
ternyata bukan keterangan yg kubutuhkan,
tetapi keteduhan..
aku bahagia bersama bintang..
dia begitu sempurna..
sinarnya membuatku jauh lebih indah...
semua tau,
bulan dan bintang memang serasi..
namun, cinta yg kan bersemi abadi itu
hanya jadi mimpi semu untukku..
dunia menjauh..
langit dan awan, sahabatku,
juga turut menjauh..
awan pernah memintaku untuk menjauh darinya..
aku tak tau apa sebabnya..
apa yg salah dgn bintang?
dia begitu mengasihiku..
awalnya aku tak begitu menghiraukannya..
tapi awan, dia sahabat baikku..
dia selalu melindungiku..
aku pun mulai berpikir tentang perkataan awan..
ternyata benar..
bintang memang bukan yg sejati..
cahayanya terlalu semu..
banyak dusta yg mewarnai sinarnya..
aku tau, aku harus mengakhiri,
sebelum aku terjatuh terlalu dalam..
aku meninggalkan bintang...
awalnya berat..
tapi tak juga..
dia dgn mudah mendapatkan penggantiku,
mungkin bumi..
ya, bumi memang lebih membutuhkannya..
aku tak mendapat cahaya lagi..
aku bulan yang mati..
Diposting oleh Mahkota Bunga di 00.03 0 komentar
Cerita Dari Bulan (1) ~ Cerita Bulan dengan Matahari
tak tau harus memulainya dari mana dulu..
aku hanyalah sebuah bulan,
yg terombang-ambing di kegelapan malam..
dulu, ada seseorang yg mencintaiku..
dia matahari...
dia selalu menyinariku..
dan aku bisa bersinar karna sinarnya yg begitu hebat...
tapi, sinar matahari yg begitu terang,
lambat laun melumatku,
dan mematikanku..
aku tak sanggup lagi,
dia terlalu silau untukku..
aku pun menjauh dari matahari...
Diposting oleh Mahkota Bunga di 00.01 0 komentar
Jumat, 27 April 2012
BULAN
Dulu, aku adalah bulan
yang tak bisa bersninar sendiri
Aku adalah bulan
yang bersinar karna cahaya mentari
yang kesepian tanpa kemilau bintang
Tapi sekarang aku bukan bulan lagi
Tak ada matahari, bintang, awan, dan langit
Aku adalah.. Aku
Diposting oleh Mahkota Bunga di 23.57 0 komentar
