BLOGGER TEMPLATES Funny Pictures

Sabtu, 04 April 2015

MASIH


masih
aku masih ingat, cahaya yang kau pancarkan
sempat memberi energi di hari-hariku
aku masih merasa, bekas sinar yang kau curahkan
hangat, meski kadang kurasa panas
ya, panas itu yang membuatku menepi
berhenti menghadang terlentang di hadapmu
mataku silau, kulitku pun terbakar
ternyata aku tak cukup kuat menyandingmu, apalagi berada di dekatmu
tapi aku masih,
masih mengagumimu dari jauh
dan makin mengagumi, karna sinarmu kini makin cerah
cahayamu makin terang
menjadi pelita banyak orang
dan aku masih,
masih sering mengintipmu diam-diam
meski dari balik kaca gelapku,
MATAHARI…
#nemucoretaniseng
#sayangkalaudihapus

Kamis, 19 Februari 2015

20 Harapan di "Kepala Dua"

Alhamdulillah, Allah masih memberi saya kesempatan untuk hidup dan bertahan sampai tanggal 19 Februari yang ke-20. Tak terasa sudah bisa dibilang "berkepala dua", meski saya masih saja merasa sebagai anak kecil yang belum bisa move-on dari masa kanak-kanak :')
Bertambahnya umur sama dengan berkurangnya masa sisa hidup, sama dengan semakin dekat waktu dengan kematian. Semakin malu karena belum banyak melakukan hal yang bermanfaat. Semakin takut karena belum cukup bekal untuk hari nanti. Semakin gelisah karena belum bisa membahagiakan orang-orang tercinta.
Tapi, semakin bertambahnya umur, harapan juga semakin banyak, dan semakin besar. Rasanya belum afdol kalau tiap ultah belum evaluasi diri dan nulis resolusi harapan untuk setahun ke depan. :)
Jadi, ini 20  harapan di umur 20:
1. Selalu diberi kesehatan, dijauhkan dari penyakit.
2. Orang tua dan keluarga selalu diberi kesehatan, dijauhkan dari penyakit, panjang umur.
3. Jadi beaswan Supersemar Unggulan.
4. Makin rajin beribadah wajib dan sunnah.
5. Bisa naik motor (mengendarai).
6. Rajin belajar.
7. Rajin beres-beres kamar.
8. Meminimalisir laundry.
9. Rajin ngerjain laporan, gak nunda nunggu H-1 deadline.
10. Rajin baca & nulis.
11. Ikut kepanitiaan besar.
12. Gak ngantukan di kelas.
13. Gak telatan di manapun.
14. Jaga komitmen dan amanah di Bindes BEM KM IPB & Himalogin.
15. Lebih bisa public speaking.
16.IPK gak turun.
17. Nilai minimal B tiap mata kuliah.
18.xxxxxx
19. xxxxxxxx
20. xxxxxxx
Untuk harapan tiga terakhir, itu dirahasiakan. Semoga semuanya bisa terwujud. Aamiin.
Intinya, harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. :)

Rabu, 18 Februari 2015

19 Februari yang ke 20. :')
Akhirnya telah sampai

Kamis, 01 Januari 2015

New Year, New Spirit, New Life

Happy New Year!!

New Year
Tak terasa 2014 telah berlalu. Senang, sedih, suka, duka, dan segalanya menambah warna di tahun 2014. Cerita baru, orang-orang baru, harapan baru. Beberapa ada yang tercapai, namun ada juga yang jauh dari harapan. Banyak hal tak terduga terjadi. Masalah, ujian, dan tantangan, yang tadinya berat akhirnya bisa teratasi. Meski butuh perjuangan, meski membuat jatuh, bahkan rapuh, pada akhirnya itulah yang semakin menguatkan hati.
Di balik kesedihan, selalu ada kebahagiaan. Kebahagiaan yang datang dari hal-hal sederhana, namun cukup menghibur jiwa. Kebahagiaan karena kebersamaan dengan keluarga dan teman-teman. Kebahagiaan karena pencapaian. :)
Pergantian tahun memang bukan hal yang paling istimewa. Tak ada perayaan, tak ada kembang api, tak ada bakar-bakaran. Namun pergantian tahun adalah parameter atas apa yang telah dilakukan di tahun sebelumnya.
Selamat datang, 2015, semoga segalanya menjadi jauh lebih baik. :)

New Spirit
Apa yang sudah terjadi di tahun 2014, memang tak mungkin bisa kembali lagi, Namun, apa yang belum tercapai masih bisa diusahakan di tahun ini.  Harapan itu, tak pernah ada kadaluarsanya meski tahun berakhir. Harapan yang belum tercapai juga tak serta merta terhenti seiring berakhirnya tahun.
Selama masih ada kesempatan, usaha masih bisa dilakukan.
Semangat!!!
Ada yang bilang, 20 tahun lagi kita lebih menyesali hal-hal yang tidak kita lakukan daripada menyesali hal-hal yang telah kita lakukan.
Tahun 2015 ini banyak harapan yang harus tercapai. Banyak resolusi yang telah dituliskan.
Tak boleh malas-malas lagi. Tak boleh manja-manja lagi. Tak perlu takut gagal, yang penting usaha dulu.
Harapan tak akan terwujud tanpa adanya usaha.
Usaha juga tak akan maksimal tanpa semangat yang kuat.
Semoga tahun 2015 ini bisa memberi semangat baru yang lebih besar.
Semangat!
Kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas!

New Life
"Tidak ada alasan untuk tidak memperbaiki diri."
Kadang masih bimbang dengan diri sendiri. Bingung menentukan jati diri.
Minder, takut, malu.
Namun itu tak perlu lagi.
Hanya perlu jadi diri sendiri, sesuai tuntunan hati, maka jati diri itulah yang sebenarnya dicari.
Di tahun 2015 ini, semoga bisa memulai kehidupan baru, dengan semangat baru dan kepribadian yang lebih baik lagi.

Aamiin.
:)

Kamis, 20 November 2014

Lelah

aku sudah lama bertahan
aku sudah jauh jalani
aku sudah coba nikmati
berat
beban ini sungguh menyiksa
jenuh
berkutat dengan tugas yang tiada henti
iri
dengan mereka yang tanpa beban
bolehkah aku mengeluh?
bukan berarti aku ingin menyerah
bukan berarti aku mengaku kalah
aku hanya ingin mengungkap lelah

-curahan hati anak TIN


Minggu, 24 Agustus 2014

CORETAN H1 TECHNO-F 2014

Kamis, 21 Agustus 2014
CORETAN H1 TECHNO-F 2014
                Well, setelah persiapan jauh-jauh hari, akhirnya hari H Techno-F pun tiba. Yap, Techno-F merupakan Masa Perkenalan Fakultas Teknologi Pertanian. Techno-F 2014 kali ini bertema “Technocolour”, yang kurang lebih berarti untuk menyatukan mahasiswa Fateta angkatan 50 yang beragam karakter dan latar belakang serta membaurkan empat departemen di Fateta (Teknik Mesin dan Biosistem, Ilmu dan Teknologi Pangan, Teknologi Industri Pertanian, serta Teknik Sipil dan Lingkungan) agar semakin SOLID. Seperti kata kakak Eveks, Techno-F juga merupakan masa “kelayakan” mahasiswa Fateta angkatan 50 menjadi keluarga Fateta. Kenapa begitu? Karena di Techno-F kami diajarkan tentang kedisiplinan dan attitude sebagai anggota keluarga Fateta, yang merupakan fakultas unggulan di IPB.
                Persiapan Techno-F pun sudah sangat matang, mulai dari pihak panitia maupun peserta. Gathering, kumpul-kumpul, dan berbagai tugas juga telah dilakukan. Ada tugas membuat essay tentang pertanian, review film, review jurnal, membuat makalah dan prototipe, karya teknologi pertanian nontulisan, sampai kartu lebaran. Tak ketinggalan juga buku tugas yang ada pop up-nya. Ribet? Iya. Namun itulah yang membedakan Fateta dari fakultas lain. Tugas-tugasnya berbobot. Kami gak disuruh buat yang aneh-aneh, pakai SOP yang norak, dan sebagainya, karena di IPB gak ada yang namanya ospek sampai menginjak-nginjak harga diri orang. Bangga? Pasti. B)
                Oke langsung ke acara hari ini. Pagi ini pukul 05.30 kami harus sudah kumpul di lapangan SIL dengan SOP lengkap. Setelah kumpul dengan REGEnya masing-masing, kami pun diperiksa kelengkapan SOPnya oleh para EVEKS. Nah dalam Techno-F juga ada peraturan-peraturan yang tercantum dalam “Survive Manual” dan diberlakukan sistem perolehan poin. Setiap pelanggaran peraturan akan dikenai poin (–). Setiap harinya tidak boleh ada poin (-). Jika ada salah satu orang yang melanggar, maka satu angkatan yang kena dampaknya; poin angkatan dikurangi. Untuk menebus poin tersebut, ada 3 macam tumbal yang bernilai; marka AK 20, ketua AK 50, dan ketua angkatan 500.
                Setelah evaluasi, kami diberi waktu selama 15 menit untuk sarapan. Setelah itu, kami dimobilisasi ke lapangan depan Auditorium Abdul Muiz Nasution untuk melaksanakan apel pembukaan rangkaian kegiatan Techno-F 2014. Bapak Sam Herodian, selaku Dekan Fateta yang menjadi pembina  apel. Beliau merupakan salah satu orang hebat di Fateta dengan banyak penemuan dan inovasi. Salah satu penemuan yang paling fenomenal adalah mesin pemingsan udang. Melalui amanatnya dalam apel, saya jadi semakin bangga bisa menjadi bagian dari Fateta (meskipun belum resmi :p).
                Kegiatan selanjutnya diadakan di Korfat (koridor Fateta), karena Auditorium Abdul Muiz Nasution tidak memenuhi kapasitas 400an peserta Techno-F 2014. Acara di korfat yaitu seminar yang dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, dan keempat Kepala Departemen yang ada di Fateta. Mereka semua orang-orang hebat yang memaparkan masing-masing departemen yang hebat juga. Tapi bagi saya, TIN yang paling kece :p (tanpa mengurangi kekecean departemen lain). Kenapa begitu? Karena di departemen TIN, ilmunya lengkap. Dengan 149 SKS tanpa minor tanpa SC, apa yang dipelajari di TIN sudah mencakup berbagai aspek yang mendukung bidang Teknologi Industri Pertanian. Selain itu, gak perlu ribet cari SC atau minor yang merepotkan dalam mengisi KRS :D
                Setelah seminar, ada acara Fateta Tour ke spot-spot penting departemen masing-masing. Setelah itu, ada hiburan dari supporter kebanggaan Fateta, Batalyon Merah. Kemudian dilanjut mobilisasi untuk sholat di masjid Al Hurriyah. Di sana, kami juga bertemu teman-teman dari fakultas lain yang juga sedang melaksanakan MPF. Saya jadi ingat masa MPKMB dulu yang juga harus jalan dari GWW-Alhur. Untungnya Fateta gak begitu jauh dibandingkan dari GWW.
                Usai sholat di Alhur, kami kembali ke korfat. Acara selanjutnya yaitu evaluasi dari Eveks atau komisi disiplin. Lumayan tegang juga, karena baru sehari kami sudah mengumpulkan poin -1136. Sesuai peraturan yang ada dalam Survive Manual, kami pun harus membayar dengan marka dan ketua AK. Semua marka dari 20 AK dirusak dan 13 ketua AK dipotong rambutnya di depan. Betapa memprihatinkannya. Sedih ya, tapi memang inilah konsekuensi yang harus kami tanggung. Ya, beginilah Techno-F, susah senang ditanggung satu angkatan. Jadi, semua orang harus respect dan saling peduli satu sama lain. Semoga besok lebih baik lagi dan tidak terulang kesalahan yang sama.
                Sekitar pukul 13.45, acara Techno-F hari pertama pun selesai. Namun bagi yang muslim, masih ada acara SAMUDERA yaitu silaturahmi mahasiswa muslim Fateta yang diadakan oleh FBI (Forum Bina Islami). Awalnya sih males banget udah pusing, masih ada aja acara lagi. Namun setelah mengikuti, terutama motivation training #UltraSemangat oleh kak Eko Susanto, alumni ITP 42. Banyak suntikan semangat yang kami dapatkan, semoga saja tidak menguap begitu hari berganti.
                Udah ah segini dulu, sampai jumpa besok di H2 Techno-F 2014. J

                

Kamis, 07 Agustus 2014

Review Film : FRONT OF THE CLASS

Daripada mellow terus, sekali-sekali posting review film inspiratif; Front of the Class. Recomended banget buat anak muda yang lagi males-malesan (kayak saya :3) dan gampang menyerah. Semoga termotivasi. :) [Btw, sebenernya ini tugas MPF sih :hammer:] 
FRONT OF THE CLASS

            Brad Cohen, yang memiliki nama panggilan “Bobo”, merupakan anak yang dianggap aneh oleh orang-orang di sekitarnya. Brad sering melakukan gerakan aneh seperti kedutan dan sering  mengeluarkan suara-suara aneh seperti gonggongan anjing yang mengganggu teman-temannya di kelas. Hal itu terjadi sejak usianya enam tahun. Ayahnya yang keras merasa kesal dan memaksa Brad untuk berhenti mengeluarkan suara-suara aneh tersebut, namun Brad tidak dapat menghentikannya. Setelah orang tuanya bercerai dan ayahnya memutuskan untuk menikah lagi dengan wanita lain, Ibu Brad mengurus Brad dan adiknya, Jeff, sendirian. Hal inilah yang membuat Brad sangat mencintai Ibunya.
Dengan kebesaran hati dan ketangguhannya, Ibu Brad mencoba meneliti apa yang sebenarnya diderita anaknya. Setelah membaca banyak buku medis, akhirnya dia tahu bahwa penyakit yang diderita Brad adalah “Tourette Syndrome”. Tourette Syndrome adalah gangguan neurologis di mana otak mengirimkan sinyal kepada tubuh untuk mengeluarkan suara aneh tersebut, seperti bersin yang tak tertahankan. Penyakit tersebut tidak ada obatnya, namun Brad yakin bahwa dia akan baik-baik saja. Ibunya pernah membawa Brad ke sebuah kelompok orang-orang penderita Tourette Syndrome di mana orang-orang seperti Brad berkumpul menjadi satu dan seolah mengurung diri dari dunia luar, membiarkan diri mereka dikalahkan oleh Tourette Syndrome. Hal ini membuat Ibu Brad menyesal membawanya ke sana. Sejak saat itu Brad bertekad untuk menghadapi Tourette Syndrome-nya dan tidak akan membiarkannya menang. Brad ingin hidup seperti orang normal dan menggapai cita-citanya.
Perubahan besar pada hidup Brad terjadi pada saat dia berada di bangku SMP. Saat itu Brad dikeluarkan dari kelas karena terus mengeluarkan suara anehnya yang mengganggu jalannya pelajaran dan membuat gurunya kesal. Kepala sekolah, Mr. Myer, meminta Brad untuk menghadiri acara orkestra musik. Sepanjang acara, Brad mengeluarkan suara anehnya. Para penonton pun merasa terganggu. Setelah acara selesai, kepala sekolah meminta Brad maju untuk menjelaskan alasan dia terus mengeluarkan suara aneh. Brad menceritakan dengan jujur tentang Tourette Syndrome-nya. Dia hanya ingin diterima dan diperlakukan secara normal seperti orang lain. Semua orang yang menertawakannya pun terharu dan mulai memperlakukan Brad seperti yang lain. Sejak saat itu, Brad bertekad untuk menjadi seorang guru yang bisa mendidik, yang memungkinkan anak-anak didiknya belajar meskipun mereka berbeda. Brad pun sadar bahwa guru terbesarnya adalah Tourette Syndrome yang dia derita.
Menginjak dewasa, Brad mulai berjuang mewujudkan mimpinya untuk menjadi seorang pengajar di Atlanta. Puluhan sekolah dia datangi demi memperoleh pekerjaan sebagai guru. Beberapa wawancara pun dia jalani. Akan tetapi banyak yang meragukan kemampuannya mengajar karena Brad memiliki Tourette Syndrome dan dikhawatirkan hal itu akan mengganggu konsentrasi murid-muridnya dalam belajar. Ayah Brad yang juga tak yakin dengan kemampuan Brad pun memintanya untuk bekerja dengannya. Brad sempat frustasi, namun Ibunya terus memberi motivasi agar Brad tak kalah dengan Tourette Syndrome-nya.
Berkat keuletan, fokus, dan pantang menyerah, Brad akhirnya berhasil menemukan sekolah yang tepat baginya, yaitu Mountain View. Kepala sekolah dan staf guru terkesan dengan pribadi Brad dan alasannya ingin menjadi seorang guru. Dia diberi kesempatan untuk mengajar kelas dua. Brad begitu bersemangat menjalani hari-harinya sebagai seorang guru. Anak-anak didiknya pun antusias mengikuti pelajarannya. Sementara itu, kehidupan asmaranya pun berjalan manis. Melalui situs jodoh, Brad bertemu dengan Nancy, seorang gadis yang menerima Brad apa adanya dengan kekurangan yang dia miliki.
Waktu berlalu, kerja keras Brad membuahkan hasil yang menakjubkan. Brad mendapatkan penghargaan Sallie Mae sebagai “Guru Tahun Ini” di antara pendidik baru negara bagian Georgia. Dia telah membuktikan bahwa Tourette Syndrome bukan penghalang baginya untuk menggapai impiannya. Tourette Syndrome justru menjadi teman dan guru terbesarnya dalam hidup. Impian lain yang berhasil dia wujudkan adalah lulus master, menjadi homer (Atlanta Braves Mascot), dan menikah dengan Nancy. Sampai saat ini, Brad mengabdikan dirinya sebagai seorang guru dan tinggal di Atlanta.
Pesan moral yang terkandung dalam film Front of the Class antara lain:
·        Belajarlah dari kekurangan; belajar untuk terus maju, belajar untuk tidak membiarkan hal itu menghentikan langkah kita, dan belajar untuk tidak membiarkan kekurangan itu menang.
·   Jangan pernah membiarkan apapun menghentikan kita dalam mengejar impian kita dari bekerja, bermain, atau jatuh cinta.

JJJ