Kamu pikir aku cemburu?
Enggak.
Kamu pikir aku belum move on?
Salah.
Untuk apa move on?
Dari dulu pun aku tak pernah mencintaimu.
Aku hanya setia pada komitmen, itu saja.
Sabtu, 15 September 2012
Pffttt
Diposting oleh Mahkota Bunga di 20.33 0 komentar
Senin, 20 Agustus 2012
Sajakku Terhenti
Aku juga tak mampu torehkan tulisan yang syahdu.
Entah kenapa, tanganku kaku.
Sebeku hatiku yg semakin layu.
Dulu, meski tak indah,
aku selalu menulis tiap detail cerita bersamamu.
Walaupun kau tak pernah tau, tentang semua itu dan perasaanku.
Tapi aku tak pernah berharap lebih.
Aku hanya ingin terus bersamamu, itu saja.
Hingga saat hatiku goyah,
saat aku menerima hati orang lain.
Bukan, bukan karna aku mencintainya,
tapi aku sedikit lelah menantimu.
Aku lelah, lebih dari seribu hari sudah.
Aku ingin bertahan, tapi kamu tak menahan.
Aku ingin setia, tapi kamu bukan siapa-siapa.
Kamu, adalah tokoh utama sajak-sajak cintaku.
Kamu, adalah bagian terbesar bait puisiku.
Kamu, adalah satu-satunya 'kamu' dalam setiap syair di hatiku.
Dan saat sajakku terhenti, itu artinya aku tak lagi memikirkanmu.
Sebab satu-satunya 'kamu' yang ada di puisiku, adalah kamu.
Lalu apa ini??
Diposting oleh Mahkota Bunga di 17.24 0 komentar
Kamis, 28 Juni 2012
Menyesal
Sekarang ngrasa kehilangan banget..
Ya Allah, cukup sekali itu aja..
Mungkin ini karma buatku
Menyia-nyiakan mereka yang begitu baik,
menunggu sesuatu yang tak pasti,
terlalu teguh pada pendirian yang kolot,
ah semuanya memang salahku
Aku pantas mendapat karma,
aku wajar menerima dia,
ya dia, yang di mata orang-orang begitu... ~ah sudahlah
Aku memang telah dibutakan
Aku telah dilinglungkan
Dan aku pantas mendapat itu semua, mungkin
Tapi, saat aku sudah benar-benar tersiksa,
apakah hukumanku sudah selesai?
Apakah karmaku sudah puas melihatku menderita,
menghancurkan diri sendiri,
menghianati hati nurani,puaskah?
Aku harap ini cukup,
ya, 2 bulan kurang 3 hari bersamanya,
cukup kan?
Bukankah itu waktu yang lama?
Entahlah, tapi aku merasakannya seperti berabad-abad lamanya
Oke, berarti hukumanku sudah selesai kan?
Biarkan aku hidup tenang
Biarkan aku mengepakkan sayap lagi
Dan cukup sekali itu saja aku membodohi diri sendiri
~17 September 2011~
Diposting oleh Mahkota Bunga di 22.47 0 komentar
GEGURITAN
Geguritan (puisi berbahasa jawa) ini saya tulis saat hari pertama MOS SMA, tepatnya tanggal 10 Juli 2010.
Geguritan ini adalah hasil hukuman gara-gara telat, haha :malu:
Saya nulis ini sekitar 5 menit, dan mungkin bahasa jawanya masih kacau banget,
tapi ya silakan kalo mau liat :D
LINTANG KANGGO SUKMAKU
Wengi sansaya musna
Raditya mijil ing sisih purwa
Sang bayu sumilir nusuk bebalungan
Nanging sira isih anteng
Meneng ing ngisoring akasa
Esuk gumebyar nuli
Wektu lumaku
Srengenge madeg ing pucuk langit
Ngaburke ati saka ragaku
Sukmaku mabur ing kala wengi njelang
Njarah lintang-lintang
Kanggo atiku supaya padhang
[in memoriam...
(hasil hukuman telat MOS :D )
10 juli 2010]
Diposting oleh Mahkota Bunga di 22.31 0 komentar
Jangan Cintai Aku
Jangan cintai aku karna aku cantik,
sebab jika kecantikanku sirna, cintamu akan pudar juga..
Jangan cintai aku karna harta,
sebab jika aku jatuh miskin, cintamu juga turut raib..
Jangan cintai aku karna aku pintar,
sebab jika aku terlihat bodoh, cintamu akan terkecoh..
Jangan cintai aku karna aku baik,
sebab jika kekhilafan menjelang, cintamu juga akan hilang..
Jangan cintai aku karna napsumu,
sebab seiring waktu berlalu, cintamu pasti perlahan luntur..
Tapi cintai aku dengan ketulusanmu,
lihat aku apa adanya sebagai aku,
karna dari palung hatimu,
cinta itu teramu,
dan takkan pernah tersapu,
sampai akhirnya waktu...
Diposting oleh Mahkota Bunga di 22.22 0 komentar
Kamis, 17 Mei 2012
Menaklukkan Buaya
Dulu, aku sempat berpikir begini:
Seperti seorang awam yang tak sadar menceburkan diri ke kolam buaya.
Dia takut,
tapi apa mungkin dia bisa menjinakkan buaya itu?
Apa yg harus dia lakukan?
Dia tak tau apa-apa, tak tau bagaimana harus berbuat pada si buaya.
Tapi dia sudah terlanjur..
Padahal sebenarnya binatang yang dia suka adalah binatang berbulu lembut,
bukan hewan buas yang berduri.
Tapi jiwanya terlalu keras,
harga diri yang sudah jatuh tetap dia pertahankan agar tak bobrok.
Dia tetap bertahan,
bertekad menjinakkan buaya itu, hingga bisa takluk sperti hewan jinak yg berbulu.
Dia tetap bergeming,
meski banyak uluran tangan yang ingin membantunya 'mentas' dari kolam tersebut.
Dia begitu bodoh..
Pikirannya masih begitu polos.
Seekor buaya ingin diubahnya menjadi sejinak kucing.
Mustahil?
Tidak, pikirnya waktu itu.
Semua dilakukannya karna terlanjur.
Terlanjur menceburkan diri di kolam buaya..
Semua dijalaninya demi tanggung jawab.
Tanggung jawab atas keputusan bodohnya.
Tak mungkin dia menyerah, walau sebenarnya sudah lelah.
Tak mungkin, sebelum buaya itu berubah.
Oh buaya, bisakah kau berubah menjadi sejinak kucing??
Hari demi hari, si bodoh melewati dg berdiam di samping buaya..
Dia tak tau harus berbuat apa..
Dia hanya bisa diam seraya berdoa..
Orang" mengira dia tlah bahagia,
padahal sebenarnya dia sangat tersiksa..
Tiap malam, dia tangisi kebodohannya..
Tiap saat, penyesalan slalu menghantuinya..
Dia sendiri dan tak berdaya..
Dia bingung bagaimana menyikapi si buaya..
Dia lelah, tapi enggan menyerah..
Jalan hidup mereka tidaklah searah..
Tapi tekadnya ingin membuat buaya berubah..
Walau dia tau itu tak mudah..
Satu purnama terlewati,
si bodoh masih setia mendampingi buaya..
Tapi belum sampai datang purnama kedua,
hati si bodoh telah terbuka..
Semakin dia ingin mendekat, semakin hatinya memberontak..
Dia sudah tak sanggup lagi..
Dengan uluran sahabat" terbaiknya, dia pun 'mentas' dari kolam buaya itu..
Namun beban belumlah hilang..
Cerita pahit itu masih tertinggal di memorinya..
Semua adalah kesalahan dan kebodohannya..
Dia tak menyalahkan si buaya..
Tapi, yg namanya buaya tetaplah buaya!
~ya, itu cerita tentang pacaran pertamaku.
aneh kan?
#miris
Diposting oleh Mahkota Bunga di 22.08 0 komentar
