BLOGGER TEMPLATES Funny Pictures

Jumat, 27 Juli 2018

~

Kamu adalah kesalahan, yang tak bisa aku maafkan.
Kamu juga merupakan kenangan, yang tak mampu aku lupakan.

Cuitan

Kadang di tengah-tengah pikiran yang hiruk pikuk, terbersit keinginan untuk menorehkan sedikit yang terlintas dalam bentuk cuitan. Mungkin karena tidak ada yang diajak berbicara, mungkin juga hanya ingin melegakan rasa.
Meskipun ingin meluapkan, tetapi bukan berarti ingin seluruh dunia tau. Ya kamu pasti tau rasanya.
Hanya ingin sekedar menulis cuitan saja. Meskipun tidak jelas. Meskipun tidak penting.
Ah bukannya sudah biasa tidak jelas kan?

AROMA KARSA - Pengalaman Baru Menikmati Buku (NO SPOILER)

15 MARET 2018, hari ini, episode terakhir novel Aroma Karsa versi digital! :"
Perjalanan panjang membaca buku selama berminggu-minggu, 1 part tiap Senin-Kamis sampai 18 part. Metode baru menikmati buku yang memberikan pengalaman dan sensasi berbeda. Kalau versi cetak, sekali baca bisa langsung habis, bahkan bela-belain begadang. Versi digital lebih membutuhkan kesabaran, gregetan, sakaw Senin-Kamis.
Untungnya, ada grup Digital Tribe Aroma Karsa yang #SehatiSedigitally sabar menanti dan menghibur dengan berbagai isinya. Mulai dari posting cast tokoh kalau difilmkan, bahas setiap makanan yang muncul, posting meme, analisis setiap detail misteri, tebak-tebak yang akan terjadi, sampai gila khilaf. Kalau sudah begitu, mak suri hanya akan posting meme "nyimak" dan menikmati kegilaan para pembacanya. Efek terbit berkala, setiap hal kecil jadi tidak luput dari perhatian.
Dan beruntungnya lagi, para anggota digital tribe punya kesempatan menyimak cerita perjalanan proses penulisan Aroma Karsa dan cerita berbagai risetnya. Mulai dari riset langsung ke Bantar Gebang, gunung lawu, wawancara dengan sejarawan, pembalap, dan lainnya. Novel ini tidak hanya menghadirkan kisah romantika, pencarian jati diri, keluarga, dan ambisi, tapi sangat informatif tentang banyak hal. Ilmu tentang aroma, parfum (inget materi kuliah tentang fragrance ), anggrek, sejarah Majapahit, sampai bahasa jawa kuno. Paket lengkap!
Sungguh pantas diapresiasi, mak suri melakukan riset yang niat parah. Hasilnya, jelas karyanya sangat berkelas, keren, elegan, antimainstream, super gak abal-abal. Highly highly recommended! Ini mah kelas dunia. #gila#efekPuspaKarsa
Begitulah, jadi penulis fiksi juga harus pinter dan berwawasan luas. #catet
Terima kasih Dewi Lestari telah melahirkan Aroma Karsa yang membuatku jatuh cinta lagi setelah Supernova. 
#JanganBerhenti
Semoga ada part 2!

.................
=UPDATE MEI 2018=
Setelah launching, Aroma Karsa terbukti mampu menyedot perhatian para penikmat buku, termasuk selain Addeection. Banyak yang beranggapan juga bahwa Aroma Karsa adalah karya terbaik Dee sejauh ini, dan saya setuju.





*btw ini udah lama banget ada di draft :( #lupa daripada sayang kan, dipublish aja ya :v

Jumat, 16 Februari 2018

Belajar dari Dilan?


RINDU dan MASA LALU

Dua kata itulah yang menjadi ikon dari kisah Dilan. Ya, beberapa waktu lalu sangat heboh tentang film Dilan. Kabarnya sudah tembus 5,5 juta penonton, sejauh ini. Aku sendiri sudah nonton tanggal 29 Januari 2018. Tiketnya sold out quickly, bahkan sampai barisan terdepan pun penuh. Sebenarnya apa yang membuatnya begitu memikat? Ceritanya? Gombalannya kah? Atau gantengnya Iqbal dan cantiknya Milea?

Aku tidak mau membahas review filmnya, karena pasti sudah sangat banyak review yang bertebaran di blog maupun youtube. Aku hanya memaknai apa yang terjadi di balik kisahnya dan mengambil hikmahnya. Tapi menurutku, yang pernah membaca novelnya jauh sebelum rencana untuk difilmkan, filmnya sangat menyenangkan. Aku menikmati filmnya, aku senyum-senyum sendiri, berasa kembali ke masa remaja. Cerita remajaku tidak semenarik Dilan, tapi ada beberapa fase yang mirip (secara keseluruhan kisah ya, bukan hanya Dilan 1). Misalnya, fase pendekatan yang lebih manis dibandingkan pacaran, saling menjauh tanpa alasan yang jelas, merasa benci tapi rindu, dan fase menyadari kesalahpahaman penyebab kehancuran. Fase terakhir yang paling nyesek. Tetapi fase terakhir adalah kunci, untuk menerima dan memaafkan.

Aku jadi teringat film AADC 2. Betapa gregetnya Rangga yang meninggalkan Cinta belasan tahun tanpa kejelasan, tiba-tiba kembali dengan penjelasan. Cinta yang saat itu hampir menikah, kemudian goyah. Ini bedanya ending Dilan-Milea dan Rangga-Cinta. Mungkin Rangga-Cinta lebih beruntung, terlepas dari kisahnya yang fiksi sedangkan Dilan-Milea yang diangkat dari kisah nyata. Memang lebih rasional Dilan-Milea sih, yang mungkin sebagian besar dari kita mengalami fasenya.

Kesalahpahaman adalah akar dari segala masalah. Apalagi jika dipendam sendiri-sendiri. Memunculkan berbagai pertanyaan dan prasangka yang mengganggu ketenangan. Butuh keberanian untuk saling mengungkapkan dan menjelaskan. Karena, seringkali kenyataan sangat bertolak belakang dengan yang disangkakan. Dari mereka, kita bisa belajar untuk berani menjelaskan kesalahpahaman. Dari mereka, kita belajar untuk menerima masa lalu dengan damai.

Setiap orang yang pernah singgah di masa lalu memiliki perannya masing-masing. Mereka yang mungkin sangat kita sayangi atau kita benci di masa lalu, hanya tinggal nama di masa kini. Masa lalu bukan untuk diratapi, bukan untuk dilupakan. Justru dari masa lalu kita jadi banyak belajar. Kalau rindu, wajar, namun cukup disimpan sendiri saja. Boleh nostalgia, asal jangan terlena. Kita masih punya masa kini dan masa depan yang lebih baik. 

Semanis apapun ceritanya, kalau memang tidak ditakdirkan untuk bersama, ya terimalah. Tuhan lebih tau yang terbaik untuk kita. Skenarionya lebih indah dari khayalan kita. Yang terpenting, saat ini jalani masa sekarang dengan sebaik-baiknya agar masa kini bisa kita kenang sebagai masa lalu yang indah di masa nanti.




130218

~Mahkota Bunga

Minggu, 21 Januari 2018

Reactive Blog?

Hai apa kabar?
Lama tidak blogging ya. :D
Memang semakin tahun semakin tidak produktif. Lihat saja dari tahun 2015 hanya 3 postingan, 2016 1 postingan, dan 2017 1 postingan.
Yah walaupun masih menulis di platform lain sih, tapi sama, tidak produktif juga.
Mungkin karena udah jarang galau #halah
Alasan utamanya sih malas.

Hmm bagaimana cara mengatasi malas?
Bahkan untuk hal yang tidak terlalu berfaedah seperti nulis di blog ini pun malas wkwk

Aku punya blog lain - entah yang ke berapa, punya tumblr juga. Tapi aku tidak ingin menelantarkan blog ini.
Walaupun isinya tulisan alay picisan di masa lalu, setidaknya blog ini menjadi saksi tulisanku dari yang alay banget sampai setengah alay #apasih

Perubahan tulisan itu merupakan dampak dari perubahan diriku dan kehidupanku.
Aku yang sekarang mungkin sudah berbeda dari yang dulu.
Aku mulai menulis di blog ini sejak SMP.
Sekarang, aku sudah lulus kuliah :')
Banyak hal yang telah kulewati. Naik turunnya ritme kehidupan membuat aku menjadi pribadi yang tidak sama lagi.


Aku berencana membagikan sebagian ceritaku di sini.
Setidaknya sebagai coretan untuk dikenang nanti, saat aku lebih tua lagi.

Tapi aku tidak berjanji bakal rajin nulis blog sih, ya setidaknya aku sempatkan.
Jadi tunggu saja.

~Mahkota Bunga

Jumat, 17 Februari 2017

Yang Tersimpan

Ini bukan tentang rasa
Bukan pula perihal cinta
Namun sebuah jawaban akan kepastian
Setelah lama dalam penantian

Antara sesak dan bahagia
Tetapi bukan lagi luka
Sebuah kisah yang tersimpan lama
Kembali datang menggenapkan tanya

Kita tidak mengharap apapun
Kau tidak meminta apapun,
Dan aku, tak punya apapun untuk diberikan

Kita hanya perlu saling tahu
Tentang alasan di masa lalu
Agar tak ada lagi tanya yang tersisa,
tak ada lagi hati yang berprasangka,
tak ada lagi sesal yang menyiksa,
dan tak ada harapan yang mengudara

Biarlah kisah ini tersimpan sekali lagi
Tanpa pertanyaan yang menanti

Rabu, 10 Februari 2016

Bunga


Entah apa indikator 'mekar'.
Tapi aku merasa masih menguncup.
Dulu, aku memang pernah mekar.
Mekar yang selalu aku rindukan lagi.
Mekar karena kuterobos bebas kuncupku.
Tanpa takut terhinggapi serangga.

Kini aku terkunci dalam ketidakberanian.
Mengumpulkan nyali untuk siap menghadapi angin dan hujan.
Mencoba memberanikan diri menantang terik mentari dan sengatan serangga.
Mencari-cari cara untuk menebas himpitan kelopak.
Berusaha mengepakkan mahkota yang terlipat.

Ya, aku ingin menjadi bunga yang indah dengan mahkota mekar sempurna.
Suatu saat nanti.


#hanyacoretandalamtiduran
*Foto bunga tiga tahun lalu.

Sabtu, 04 April 2015

MASIH


masih
aku masih ingat, cahaya yang kau pancarkan
sempat memberi energi di hari-hariku
aku masih merasa, bekas sinar yang kau curahkan
hangat, meski kadang kurasa panas
ya, panas itu yang membuatku menepi
berhenti menghadang terlentang di hadapmu
mataku silau, kulitku pun terbakar
ternyata aku tak cukup kuat menyandingmu, apalagi berada di dekatmu
tapi aku masih,
masih mengagumimu dari jauh
dan makin mengagumi, karna sinarmu kini makin cerah
cahayamu makin terang
menjadi pelita banyak orang
dan aku masih,
masih sering mengintipmu diam-diam
meski dari balik kaca gelapku,
MATAHARI…
#nemucoretaniseng
#sayangkalaudihapus

Kamis, 19 Februari 2015

20 Harapan di "Kepala Dua"

Alhamdulillah, Allah masih memberi saya kesempatan untuk hidup dan bertahan sampai tanggal 19 Februari yang ke-20. Tak terasa sudah bisa dibilang "berkepala dua", meski saya masih saja merasa sebagai anak kecil yang belum bisa move-on dari masa kanak-kanak :')
Bertambahnya umur sama dengan berkurangnya masa sisa hidup, sama dengan semakin dekat waktu dengan kematian. Semakin malu karena belum banyak melakukan hal yang bermanfaat. Semakin takut karena belum cukup bekal untuk hari nanti. Semakin gelisah karena belum bisa membahagiakan orang-orang tercinta.
Tapi, semakin bertambahnya umur, harapan juga semakin banyak, dan semakin besar. Rasanya belum afdol kalau tiap ultah belum evaluasi diri dan nulis resolusi harapan untuk setahun ke depan. :)
Jadi, ini 20  harapan di umur 20:
1. Selalu diberi kesehatan, dijauhkan dari penyakit.
2. Orang tua dan keluarga selalu diberi kesehatan, dijauhkan dari penyakit, panjang umur.
3. Jadi beaswan Supersemar Unggulan.
4. Makin rajin beribadah wajib dan sunnah.
5. Bisa naik motor (mengendarai).
6. Rajin belajar.
7. Rajin beres-beres kamar.
8. Meminimalisir laundry.
9. Rajin ngerjain laporan, gak nunda nunggu H-1 deadline.
10. Rajin baca & nulis.
11. Ikut kepanitiaan besar.
12. Gak ngantukan di kelas.
13. Gak telatan di manapun.
14. Jaga komitmen dan amanah di Bindes BEM KM IPB & Himalogin.
15. Lebih bisa public speaking.
16.IPK gak turun.
17. Nilai minimal B tiap mata kuliah.
18.xxxxxx
19. xxxxxxxx
20. xxxxxxx
Untuk harapan tiga terakhir, itu dirahasiakan. Semoga semuanya bisa terwujud. Aamiin.
Intinya, harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. :)

Rabu, 18 Februari 2015

19 Februari yang ke 20. :')
Akhirnya telah sampai

Kamis, 01 Januari 2015

New Year, New Spirit, New Life

Happy New Year!!

New Year
Tak terasa 2014 telah berlalu. Senang, sedih, suka, duka, dan segalanya menambah warna di tahun 2014. Cerita baru, orang-orang baru, harapan baru. Beberapa ada yang tercapai, namun ada juga yang jauh dari harapan. Banyak hal tak terduga terjadi. Masalah, ujian, dan tantangan, yang tadinya berat akhirnya bisa teratasi. Meski butuh perjuangan, meski membuat jatuh, bahkan rapuh, pada akhirnya itulah yang semakin menguatkan hati.
Di balik kesedihan, selalu ada kebahagiaan. Kebahagiaan yang datang dari hal-hal sederhana, namun cukup menghibur jiwa. Kebahagiaan karena kebersamaan dengan keluarga dan teman-teman. Kebahagiaan karena pencapaian. :)
Pergantian tahun memang bukan hal yang paling istimewa. Tak ada perayaan, tak ada kembang api, tak ada bakar-bakaran. Namun pergantian tahun adalah parameter atas apa yang telah dilakukan di tahun sebelumnya.
Selamat datang, 2015, semoga segalanya menjadi jauh lebih baik. :)

New Spirit
Apa yang sudah terjadi di tahun 2014, memang tak mungkin bisa kembali lagi, Namun, apa yang belum tercapai masih bisa diusahakan di tahun ini.  Harapan itu, tak pernah ada kadaluarsanya meski tahun berakhir. Harapan yang belum tercapai juga tak serta merta terhenti seiring berakhirnya tahun.
Selama masih ada kesempatan, usaha masih bisa dilakukan.
Semangat!!!
Ada yang bilang, 20 tahun lagi kita lebih menyesali hal-hal yang tidak kita lakukan daripada menyesali hal-hal yang telah kita lakukan.
Tahun 2015 ini banyak harapan yang harus tercapai. Banyak resolusi yang telah dituliskan.
Tak boleh malas-malas lagi. Tak boleh manja-manja lagi. Tak perlu takut gagal, yang penting usaha dulu.
Harapan tak akan terwujud tanpa adanya usaha.
Usaha juga tak akan maksimal tanpa semangat yang kuat.
Semoga tahun 2015 ini bisa memberi semangat baru yang lebih besar.
Semangat!
Kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas!

New Life
"Tidak ada alasan untuk tidak memperbaiki diri."
Kadang masih bimbang dengan diri sendiri. Bingung menentukan jati diri.
Minder, takut, malu.
Namun itu tak perlu lagi.
Hanya perlu jadi diri sendiri, sesuai tuntunan hati, maka jati diri itulah yang sebenarnya dicari.
Di tahun 2015 ini, semoga bisa memulai kehidupan baru, dengan semangat baru dan kepribadian yang lebih baik lagi.

Aamiin.
:)

Kamis, 20 November 2014

Lelah

aku sudah lama bertahan
aku sudah jauh jalani
aku sudah coba nikmati
berat
beban ini sungguh menyiksa
jenuh
berkutat dengan tugas yang tiada henti
iri
dengan mereka yang tanpa beban
bolehkah aku mengeluh?
bukan berarti aku ingin menyerah
bukan berarti aku mengaku kalah
aku hanya ingin mengungkap lelah

-curahan hati anak TIN


Minggu, 24 Agustus 2014

CORETAN H1 TECHNO-F 2014

Kamis, 21 Agustus 2014
CORETAN H1 TECHNO-F 2014
                Well, setelah persiapan jauh-jauh hari, akhirnya hari H Techno-F pun tiba. Yap, Techno-F merupakan Masa Perkenalan Fakultas Teknologi Pertanian. Techno-F 2014 kali ini bertema “Technocolour”, yang kurang lebih berarti untuk menyatukan mahasiswa Fateta angkatan 50 yang beragam karakter dan latar belakang serta membaurkan empat departemen di Fateta (Teknik Mesin dan Biosistem, Ilmu dan Teknologi Pangan, Teknologi Industri Pertanian, serta Teknik Sipil dan Lingkungan) agar semakin SOLID. Seperti kata kakak Eveks, Techno-F juga merupakan masa “kelayakan” mahasiswa Fateta angkatan 50 menjadi keluarga Fateta. Kenapa begitu? Karena di Techno-F kami diajarkan tentang kedisiplinan dan attitude sebagai anggota keluarga Fateta, yang merupakan fakultas unggulan di IPB.
                Persiapan Techno-F pun sudah sangat matang, mulai dari pihak panitia maupun peserta. Gathering, kumpul-kumpul, dan berbagai tugas juga telah dilakukan. Ada tugas membuat essay tentang pertanian, review film, review jurnal, membuat makalah dan prototipe, karya teknologi pertanian nontulisan, sampai kartu lebaran. Tak ketinggalan juga buku tugas yang ada pop up-nya. Ribet? Iya. Namun itulah yang membedakan Fateta dari fakultas lain. Tugas-tugasnya berbobot. Kami gak disuruh buat yang aneh-aneh, pakai SOP yang norak, dan sebagainya, karena di IPB gak ada yang namanya ospek sampai menginjak-nginjak harga diri orang. Bangga? Pasti. B)
                Oke langsung ke acara hari ini. Pagi ini pukul 05.30 kami harus sudah kumpul di lapangan SIL dengan SOP lengkap. Setelah kumpul dengan REGEnya masing-masing, kami pun diperiksa kelengkapan SOPnya oleh para EVEKS. Nah dalam Techno-F juga ada peraturan-peraturan yang tercantum dalam “Survive Manual” dan diberlakukan sistem perolehan poin. Setiap pelanggaran peraturan akan dikenai poin (–). Setiap harinya tidak boleh ada poin (-). Jika ada salah satu orang yang melanggar, maka satu angkatan yang kena dampaknya; poin angkatan dikurangi. Untuk menebus poin tersebut, ada 3 macam tumbal yang bernilai; marka AK 20, ketua AK 50, dan ketua angkatan 500.
                Setelah evaluasi, kami diberi waktu selama 15 menit untuk sarapan. Setelah itu, kami dimobilisasi ke lapangan depan Auditorium Abdul Muiz Nasution untuk melaksanakan apel pembukaan rangkaian kegiatan Techno-F 2014. Bapak Sam Herodian, selaku Dekan Fateta yang menjadi pembina  apel. Beliau merupakan salah satu orang hebat di Fateta dengan banyak penemuan dan inovasi. Salah satu penemuan yang paling fenomenal adalah mesin pemingsan udang. Melalui amanatnya dalam apel, saya jadi semakin bangga bisa menjadi bagian dari Fateta (meskipun belum resmi :p).
                Kegiatan selanjutnya diadakan di Korfat (koridor Fateta), karena Auditorium Abdul Muiz Nasution tidak memenuhi kapasitas 400an peserta Techno-F 2014. Acara di korfat yaitu seminar yang dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, dan keempat Kepala Departemen yang ada di Fateta. Mereka semua orang-orang hebat yang memaparkan masing-masing departemen yang hebat juga. Tapi bagi saya, TIN yang paling kece :p (tanpa mengurangi kekecean departemen lain). Kenapa begitu? Karena di departemen TIN, ilmunya lengkap. Dengan 149 SKS tanpa minor tanpa SC, apa yang dipelajari di TIN sudah mencakup berbagai aspek yang mendukung bidang Teknologi Industri Pertanian. Selain itu, gak perlu ribet cari SC atau minor yang merepotkan dalam mengisi KRS :D
                Setelah seminar, ada acara Fateta Tour ke spot-spot penting departemen masing-masing. Setelah itu, ada hiburan dari supporter kebanggaan Fateta, Batalyon Merah. Kemudian dilanjut mobilisasi untuk sholat di masjid Al Hurriyah. Di sana, kami juga bertemu teman-teman dari fakultas lain yang juga sedang melaksanakan MPF. Saya jadi ingat masa MPKMB dulu yang juga harus jalan dari GWW-Alhur. Untungnya Fateta gak begitu jauh dibandingkan dari GWW.
                Usai sholat di Alhur, kami kembali ke korfat. Acara selanjutnya yaitu evaluasi dari Eveks atau komisi disiplin. Lumayan tegang juga, karena baru sehari kami sudah mengumpulkan poin -1136. Sesuai peraturan yang ada dalam Survive Manual, kami pun harus membayar dengan marka dan ketua AK. Semua marka dari 20 AK dirusak dan 13 ketua AK dipotong rambutnya di depan. Betapa memprihatinkannya. Sedih ya, tapi memang inilah konsekuensi yang harus kami tanggung. Ya, beginilah Techno-F, susah senang ditanggung satu angkatan. Jadi, semua orang harus respect dan saling peduli satu sama lain. Semoga besok lebih baik lagi dan tidak terulang kesalahan yang sama.
                Sekitar pukul 13.45, acara Techno-F hari pertama pun selesai. Namun bagi yang muslim, masih ada acara SAMUDERA yaitu silaturahmi mahasiswa muslim Fateta yang diadakan oleh FBI (Forum Bina Islami). Awalnya sih males banget udah pusing, masih ada aja acara lagi. Namun setelah mengikuti, terutama motivation training #UltraSemangat oleh kak Eko Susanto, alumni ITP 42. Banyak suntikan semangat yang kami dapatkan, semoga saja tidak menguap begitu hari berganti.
                Udah ah segini dulu, sampai jumpa besok di H2 Techno-F 2014. J

                

Kamis, 07 Agustus 2014

Review Film : FRONT OF THE CLASS

Daripada mellow terus, sekali-sekali posting review film inspiratif; Front of the Class. Recomended banget buat anak muda yang lagi males-malesan (kayak saya :3) dan gampang menyerah. Semoga termotivasi. :) [Btw, sebenernya ini tugas MPF sih :hammer:] 
FRONT OF THE CLASS

            Brad Cohen, yang memiliki nama panggilan “Bobo”, merupakan anak yang dianggap aneh oleh orang-orang di sekitarnya. Brad sering melakukan gerakan aneh seperti kedutan dan sering  mengeluarkan suara-suara aneh seperti gonggongan anjing yang mengganggu teman-temannya di kelas. Hal itu terjadi sejak usianya enam tahun. Ayahnya yang keras merasa kesal dan memaksa Brad untuk berhenti mengeluarkan suara-suara aneh tersebut, namun Brad tidak dapat menghentikannya. Setelah orang tuanya bercerai dan ayahnya memutuskan untuk menikah lagi dengan wanita lain, Ibu Brad mengurus Brad dan adiknya, Jeff, sendirian. Hal inilah yang membuat Brad sangat mencintai Ibunya.
Dengan kebesaran hati dan ketangguhannya, Ibu Brad mencoba meneliti apa yang sebenarnya diderita anaknya. Setelah membaca banyak buku medis, akhirnya dia tahu bahwa penyakit yang diderita Brad adalah “Tourette Syndrome”. Tourette Syndrome adalah gangguan neurologis di mana otak mengirimkan sinyal kepada tubuh untuk mengeluarkan suara aneh tersebut, seperti bersin yang tak tertahankan. Penyakit tersebut tidak ada obatnya, namun Brad yakin bahwa dia akan baik-baik saja. Ibunya pernah membawa Brad ke sebuah kelompok orang-orang penderita Tourette Syndrome di mana orang-orang seperti Brad berkumpul menjadi satu dan seolah mengurung diri dari dunia luar, membiarkan diri mereka dikalahkan oleh Tourette Syndrome. Hal ini membuat Ibu Brad menyesal membawanya ke sana. Sejak saat itu Brad bertekad untuk menghadapi Tourette Syndrome-nya dan tidak akan membiarkannya menang. Brad ingin hidup seperti orang normal dan menggapai cita-citanya.
Perubahan besar pada hidup Brad terjadi pada saat dia berada di bangku SMP. Saat itu Brad dikeluarkan dari kelas karena terus mengeluarkan suara anehnya yang mengganggu jalannya pelajaran dan membuat gurunya kesal. Kepala sekolah, Mr. Myer, meminta Brad untuk menghadiri acara orkestra musik. Sepanjang acara, Brad mengeluarkan suara anehnya. Para penonton pun merasa terganggu. Setelah acara selesai, kepala sekolah meminta Brad maju untuk menjelaskan alasan dia terus mengeluarkan suara aneh. Brad menceritakan dengan jujur tentang Tourette Syndrome-nya. Dia hanya ingin diterima dan diperlakukan secara normal seperti orang lain. Semua orang yang menertawakannya pun terharu dan mulai memperlakukan Brad seperti yang lain. Sejak saat itu, Brad bertekad untuk menjadi seorang guru yang bisa mendidik, yang memungkinkan anak-anak didiknya belajar meskipun mereka berbeda. Brad pun sadar bahwa guru terbesarnya adalah Tourette Syndrome yang dia derita.
Menginjak dewasa, Brad mulai berjuang mewujudkan mimpinya untuk menjadi seorang pengajar di Atlanta. Puluhan sekolah dia datangi demi memperoleh pekerjaan sebagai guru. Beberapa wawancara pun dia jalani. Akan tetapi banyak yang meragukan kemampuannya mengajar karena Brad memiliki Tourette Syndrome dan dikhawatirkan hal itu akan mengganggu konsentrasi murid-muridnya dalam belajar. Ayah Brad yang juga tak yakin dengan kemampuan Brad pun memintanya untuk bekerja dengannya. Brad sempat frustasi, namun Ibunya terus memberi motivasi agar Brad tak kalah dengan Tourette Syndrome-nya.
Berkat keuletan, fokus, dan pantang menyerah, Brad akhirnya berhasil menemukan sekolah yang tepat baginya, yaitu Mountain View. Kepala sekolah dan staf guru terkesan dengan pribadi Brad dan alasannya ingin menjadi seorang guru. Dia diberi kesempatan untuk mengajar kelas dua. Brad begitu bersemangat menjalani hari-harinya sebagai seorang guru. Anak-anak didiknya pun antusias mengikuti pelajarannya. Sementara itu, kehidupan asmaranya pun berjalan manis. Melalui situs jodoh, Brad bertemu dengan Nancy, seorang gadis yang menerima Brad apa adanya dengan kekurangan yang dia miliki.
Waktu berlalu, kerja keras Brad membuahkan hasil yang menakjubkan. Brad mendapatkan penghargaan Sallie Mae sebagai “Guru Tahun Ini” di antara pendidik baru negara bagian Georgia. Dia telah membuktikan bahwa Tourette Syndrome bukan penghalang baginya untuk menggapai impiannya. Tourette Syndrome justru menjadi teman dan guru terbesarnya dalam hidup. Impian lain yang berhasil dia wujudkan adalah lulus master, menjadi homer (Atlanta Braves Mascot), dan menikah dengan Nancy. Sampai saat ini, Brad mengabdikan dirinya sebagai seorang guru dan tinggal di Atlanta.
Pesan moral yang terkandung dalam film Front of the Class antara lain:
·        Belajarlah dari kekurangan; belajar untuk terus maju, belajar untuk tidak membiarkan hal itu menghentikan langkah kita, dan belajar untuk tidak membiarkan kekurangan itu menang.
·   Jangan pernah membiarkan apapun menghentikan kita dalam mengejar impian kita dari bekerja, bermain, atau jatuh cinta.

JJJ



Minggu, 20 Juli 2014

Tak Mampu Mendua

Postingan kali ini masih melankolis, hehe. inspirasi dari lagunya Kahitna yang berjudul "Tak Mampu Mendua". Ada yang pernah mengalami kisah seperti ini? Pasti sangat menggalaukan. Saya aja menghayati lagunya dan nulis ceritanya jadi ikutan galau, eh. Tapi, galau itu indah. :p

TAK MAMPU MENDUA
Kau, masih ingatkah denganku? Aku tiba-tiba rindu dan berandai-andai tentang masa lalu. Tentang aku, dirimu, dirinya.
Seandainya kau lebih dulu mengutarakan cinta daripada dia, pasti ceritanya akan berbeda. Mungkin kau lah yang akan mendapatkan hatiku. Aku pikir selama ini kebersamaan kita hanya sebatas teman, sahabat, atau sekedar kakak-adik. Namun ternyata kau menyimpan rasa lebih. Dan harus kuakui, aku juga sempat menyimpan rasa yang sama. Rasa yang harus aku tepis dengan cepat demi kesetiaan. Rasa yang jika kubiarkan, akan membuatku mengkhianati dirinya.     
Maaf dan terima kasih. Mungkin kata-kata itu yang paling sering kuucapkan padamu. Begitu banyak yang telah kau berikan padaku. Kebaikanmu, kesabaranmu, dan kebesaran cintamu. Aku sungguh tak pantas mendapatkannya. Aku pun tak sanggup membalasnya. Bahkan, aku tak sanggup memenuhi satu-satunya permintaanmu untuk tetap berada di sisimu. Ya, kau tak berharap aku memberikan segalanya. Kau hanya ingin aku bersamamu. Itu saja. Meski aku juga bersamanya. Katamu, kau rela jadi yang kedua. Namun maaf, aku tak mampu mendua. Aku tak mau membagi cinta, mengkhianatinya, menyakitimu, dan membohongi hatiku.
       Saat ini, perpisahan adalah jalan yang terbaik. Kau pun telah memutuskan pergi dan menghilang dari kehidupanku. Katamu, itu demi kebahagiaanku, kau rela terluka. Aku merasa sangat bersalah. Salahkah aku memilihnya? Apakah jika aku memilihmu, dia juga akan terluka sepertimu? Ah, sudahlah. Hatiku sudah terlanjur tertambat padanya. Aku pun tak mampu meninggalkannya, meski berulang kali telah kucoba. Maafkan aku, karena kau yang harus kulepaskan.
       Aku tau ini berat bagimu, begitu juga bagiku. Namun inilah pilihan terbaik, meski menyakitkan. Percayalah, kau takkan terus-terusan terluka lagi. Kau harus bahagia di sana, seperti aku bahagia karena pengorbananmu. Namun kau harus tau, melepas bukan berarti melupakan. Ya, sampai kapanpun, aku tak bisa melupakan kenangan bersamamu. Meski begitu, aku tetap tak mampu mendua.
ØØØØØ


Tak Mampu Mendua - Kahitna
Pernah ku menyimpan cinta
Tertulis di lembar kisah
Namun kau hilang 'tuk menjauh
Pergi dan meninggalkan cerita

Mendua aku tak mampu
Mengikat cinta bersama denganmu
Maaf jika kau terluka
Saat aku memilih dirinya

Kusesali semua salahku
Yang tak pernah meninggalkan dia
Air mata kusimpan di sana
Jika kuingat tentang dirimu

Andai aku dapat menata jalanku

'Kan kucari jalan yang tak bernestapa

Rabu, 16 Juli 2014

SAKIT HATI

Biasanya, dari sebuah cerita lahir sebuah lagu. Kali ini saya ingin menulis cerita dari sebuah lagu. Lagu yang sangat dalam dan galau, Sakit Hati - Yovie & Nuno.
SAKIT HATI
          Aku pikir aku telah mendapatkan segalanya. Aku pikir akulah yang menang. Aku pikir kebahagiaan ini akan abadi. Namun aku salah, segalanya berubah, begitu cepat. Mimpi-mimpi yang telah kita rajut begitu cepat kau hancurkan. Angan-angan yang selama ini kita bangun begitu mudah kau patahkan. Tapi aku tak menyalahkanmu. Dari awal, akulah yang merebutmu dari dia. Akulah yang memisahkan kalian dan menghancurkan mimpi-mimpi kalian yang mungkin jauh lebih indah daripada mimpi kita.
          Aku pikir selama ini kau bahagia denganku. Aku pikir selama ini aku yang paling mengerti dirimu. Kelirukah aku? Apakah kau hanya berpura-pura bahagia di hadapanku padahal hatimu tersiksa? Katamu, aku mengekangmu. Padahal, itu demi kebaikanmu agar tak sembarangan bergaul dengan orang lain. Ya, aku begitu khawatir kau terpikat dengan pria lain di luar sana. Namun tindakanku itu justru membuatmu tak nyaman. Salahkah aku? Aku hanya ingin kau menjadi milikku satu.
          Tapi sudahlah, sekarang kau telah memilih kembali padanya. Katamu hatimu memilihnya, meski kau bilang aku jauh lebih hebat darinya. Ah, itu justru membuatku semakin sakit. Kenapa tak kau bilang saja kalau aku pria yang buruk? Agar aku sadar, aku tak pantas bersanding denganmu. Tapi kau selalu bilang bahwa kaulah yang tak pantas bersamaku. Katamu, aku terlalu baik dan sempurna. Apa aku harus jadi orang jahat? Atau, itu cara penolakanmu yang halus agar aku tak sakit hati?
          Taukah kau, seberapa sakitnya hatiku, cintaku tetap utuh. Tak berkurang sama sekali. Kau tetap jadi satu-satunya wanita yang paling aku cinta, yang paling ingin kujadikan istriku. Meskipun aku tau, harapan itu sudah sirna. Sudahlah tak usah pedulikan lagi aku. Aku telah melepasmu untuk dia. Aku ikhlas kau kembali padanya. Mungkin inilah caraku untuk mengerti kau seutuhnya. Inilah caraku mencintaimu dengan melepasmu untuk pilihan hatimu. Tapi kau harus berjanji kau akan bahagia dengannya, dengan begitu pengorbananku tak sia-sia. Aku di sini juga akan berbahagia, seperti yang kau pinta, meski aku tak yakin bisa.



SAKIT HATI by Yovie & Nuno
Ku tahu engkau pasti tahu
Betapa hancurnya aku
Bunga yang dulu begitu indah
Perginya entah kemana
Aku sakit, aku sakit hati
Kau terbangkan ku ke awan
Lalu jatuhkan ke dasar jurang
Aku sakit dan ku tak mengerti
Kau berikan mimpi indah
Namun kenyataan tak seindah mimpi
Sadar kini cinta tak berbalas
Dulu ku tak pernah menduga kau
Memberi harapan palsu
Genggam tangan dan senyuman itu
Seolah mengikat hati
Sendiri lagi, sendiri aku, sendiri aku lagi
Dimanakah cintamu yang selama ini untukku

Bukan Maya, Tapi Nyata (Naskah Film)

Kali ini saya posting skenario film yang saya buat untuk lomba film saat kelas XI IPA 4. Masih amatiran sih, asal nulis aja, belum tau cara nulis skenario yang baik :3 Ceritanya mungkin aneh, tapi berkat kerja sama dari sutradara, kru, dan para pemain, film kelas kami berhasil menduduki peringkat 3 dari 9 kelas. Gak dapat juara sih, karena yang diambil juara cuma juara 1 dan 2. :hammer:

BUKAN MAYA, TAPI NYATA

Scene 1

Tempat:
Waktu            : Pagi Hari (jam 06.00)

Di pagi hari, sebelum berangkat sekolah, Chaca menyalakan komputernya
Chaca  : (terpaku di depan laptop sambil membuka situs facebook, lalu update status=>
“BUKAN MAYA, TAPI NYATA” )
Caca    : ( tanpa dialog )

Scene 2

Tempat: Kelas
Waktu            : Pagi Hari

            (Chaca duduk di pojok kelas sambil menulis sesuatu di diarynya.)

            Aku ingin hidup menjadi manusia seutuhnya..
Manusia sebagai makhluk individu dan sosial..
Aku ingin seperti mereka..
Memiliki banyak teman di dekatnya…
Namun hidupku jauh dari semua itu..
Karna aku adalah seseorang yang terasing..
di kehidupan sosial, di dunia nyata ini..

            Bel istirahat pun berdering. Anak-anak berhamburan dari tempat duduknya. Kelas yang tadinya hening pun menjadi bising. Beberapa anak keluar kelas menuju ke kantin, ada juga yang tinggal di kelas untuk ngobrol-ngobrol dengan yang lain atau sekedar bermain gitar dan bernyanyi bersama.
            Sementara itu di sudut ruangan, Chaca hanya menatap mereka dengan tatapan sendu. Ia menutup diarynya lalu keluar kelas.
Ryan   : (mengendap-endap menuju bangku Chaca lalu mengambil buku diary Chaca yang ditinggal di laci meja kemudian membacanya diam-diam dan segera mengembalikannya)

Scene 3

Tempat: Di rumah Chaca
Waktu            : Siang Hari

            @ Kamar Chaca
            Siang hari sepulang sekolah, Chaca langsung merebahkan diri di kasur tanpa mengganti seragamnya terlebih dahulu. Dia buka laptopnya kemudian online lagi.
            Ibu       : Cha..makan dulu.. (membuka pintu kamar Chaca)
            Chaca  : Iya Bu, bentar. (masih menatap laptopnya)
            Ibu       : Ya udah, itu seragamnya diganti dulu lah.
            Chaca  : Iya, Bu.
            Ibu       : (keluar dari kamar Chaca)

            @Ruang Keluarga
Ayah   : (baru pulang kerja) Chaca mana Bu?
Ibu       : Itu, di kamar. Ckck Ibu heran akhir-akhir ini Chaca sibuk terus sama laptop dan hpnya. Tiap hari cuma ngurusin itu, sampai lupa makan juga. Ibu jadi khawatir sama dia. (muka gelisah)
Ayah   : Maklum lah, anak muda jaman sekarang kan lagi seneng-senengnya main di dunia maya. Biarin aja dia, biar bisa punya banyak teman.
Ibu       : Tapi Yah, Ibu takut kalo dia sampai terjerumus, apalagi ketemu orang gak bener! Ayah tau kan, sekarang ini banyak penculikan akibat dunia maya itu!
Ayah   : Iya, iya. Nanti Ayah bilangin.
Ibu       : (masuk kamar sambil membawa tas kerja Ayah)
Ayah   : (melongok ke dalam kamar Chaca tanpa berkata apa-apa sambil geleng-geleng kepala)
Chaca  : (masih asyik online sambil memasang headset)


Scene 4

Tempat: Di Kelas
Waktu            : Pagi Hari

Pagi yang cerah mengiringi anak-anak yang berdatangan ke ruang kelas satu per satu. Sedangkan Chaca sudah sedari tadi sedia di bangku pojoknya sambil mengotak-atik HPnya.
Anak 1 : Woy temen-temen, gimana rencana kita buat acara liburan besok? (berdiri di depan kelas)
Anak 2: Ke pantai aja!
Anak 3: Jangan, ombaknya gede!
Anak 4: Ya udah naik gunung aja!
Anak 3: Ah capek boo!
Anak 5: Mending ke Kebun binatang aja!
Anak 3: Hari gini ke kebun binatang??
Anak 2: Ah apa-apa protes mulu! (toyor anak 3)
Anak 1 : Udah, sekarang masing-masing anak maunya gimana? (Tanya ke semua anak satu per satu, kecuali Chaca)
Chaca yang merasa tak dianggappun membenamkan kepalanya di meja. Air matanya sedikit menetes karena menahan sakit hati. Chaca bangun lagi lalu mengambil buku diary dan mulai mencoret-coretnya.
            AKU TAK BUTUH KALIAN LAGI!
            KALIAN YANG TAK PERNAH MENGANGGAPKU!
            KALIAN YANG TAK PERNAH MELIHATKU ADA!
            KALIAN KIRA AKU APA?
AKU BUKAN PATUNG!
AKU BISA HIDUP TANPA KALIAN!
AKU TAK BUTUH KEPEDULIAN KALIAN!
KARNA AKU MASIH PUNYA MEREKA!
MEREKA YANG BISA MELIHAT DAN MENERIMAKU,
WALAUPUN TAK NYATA!

Chaca kembali menundukkan kepalanya. Kali ini dia mengeluarkan hpnya dan online lagi.
Sementara itu, Ryan memperhatikannya dengan tatapan prihatin.

Scene 5

Tempat: Di kamar Chaca
Waktu            : Malam Hari

Chaca  : (sibuk di depan laptop)
Ayah   : Cha, gak belajar? (masuk ke kamar Chaca)
Chaca  : Udah yah..
Ayah   : Kapan? Perasaan kamu dari tadi online terus.
Chaca  : Ya Chaa kan lagi ngobrol sama temen Chaca. Chaca juga pengen ngerasain punya banyak temen Yah..
Ayah   : Iya, Ayah tau. Tapi jangan berlebihan, sampai lupa waktu. Kalau kamu ingin punya banyak teman, harusnya kamu sering-sering bersosialisasi sama teman-teman sekolahmu dulu.
Chaca  : Iya, iyaa.. (menutup laptopnya, lalu mengambil buku pelajaran)
Ayah   : (keluar, menutup pintu kamar)

Scene 6

Tempat: Di kelas (berkali-kali)
Waktu            : Siang Hari

Tiap hari sikap Chaca semakin cuek terhadap teman-temannya. Hanya handphone lah sahabat sejatinya. Makin hari, teman-teman sekelasnya juga sudah tak menghiraukannya lagi. Mereka saling cuek.


Scene 7

Tempat: Di Warnet
Waktu            : Siang Hari

(Ryan mengotak-atik komputer –cuma keliatan tangannya- , hingga akhirnya berhasil membobol aku seseorang, akun Chaca)


Scene 8

Tempat: Di kelas
Waktu            : Pagi Hari

@ Depan Kelas
Chaca melangkahkan kakinya menuju kelas, pagi ini dia datang agak terlambat tak sepagi biasanya. Anak-anak sudah tiba di sekolah terlebih dahulu. Sebagian dari mereka duduk berjejer di depan kelas sambil mengobrol dan bermain gitar. Tapi sikap mereka berubah saat melihat Chaca. Mereka yang biasanya tak acuh berubah menjadi sinis, bahkan ada yang menyindirnya. Chaca pun bingung dengan sikap mereka, apa yang salah dengan dirinya?
Chaca masuk ke kelas dan tambah heran ketika melihat anak-anak yang di dalam kelas sedang bergerombol mengerumuni laptop. Beberapa dari mereka terkejut melihat kedatangan Chaca.
Chaca  meletakkan tas di bangkunya kemudian duduk. Ia mengambil HPnya untuk online. Betapa terkejutnya dia saat melihat profilnya penuh dengan kata-kata kotor yang tak pantas diumbar di jejaring sosial –sensor. Dia pun menghampiri gerombolan anak-anak yang mengerumuni laptop, ternyata benar mereka sedang melihat profil Chaca.
Anak 6: Eeh Chaca.. (kaget, mencoba menutupi laptopnya)
Chaca  : Aku udah tau. Tapi sumpah, bukan aku yang nulis itu semua! (muka merah menahan tangis)
Anak 7: Trus siapa?
Chaca  : Aku gak tau.. (menitikkan air mata)
Anak 6: Iya, kita percaya kamu gak bakalan nglakuin itu kok. Hmm tapi siapa ya?
Chaca  : Gak tau, gak ada orang lain yang tau passwordnya kecuali aku.
Anak 8: Ada yang ngehack akunmu Cha..
Chaca  : Tapi siapa? Kenapa tega banget sama aku? T-T
Anak” : (menggelengkan kepala)

Sementara itu..
Ryan   : (menguping dari bangkunya sambil berpura-pura membaca buku)

Anak 8: Udahlah Cha, gak usah terlalu dipikirin..
Chaca  : Tapi orang-orang ngira kalau semua itu aku sendiri yang nulis!
Anak 7: Tapi nyatanya bukan kamu kan? Udahlah, gak usah dipermasalahkan. Lagian itu juga Cuma di dunia maya kan?
Anak 6: Ya, jadikan ini sebagai pelajaran buat kamu kalo dunia maya itu gak selamanya baik. Internet bisa punya manfaat, bisa juga punya akibat buruk. Jadi kita emang harus selektif & pinter ngendaliin diri biar gak terjerumus ke hal yang gak baik.
Chaca  : Iya, sekarang aku ngerti. Selama ini aku emang udah dibutakan dunia maya. Aku hanya ngerasa gak dipeduliin lagi, tapi aku salah, aku melupakan kalian yang begitu care sama aku. Aku beruntung banget punya temen kayak kalian. Makasih ya, udah ngingetin aku.. (terharu)
Anak 8: Sama-sama Cha, kami seneng kalo kamu ngerti. Kami juga seneng kalo kamu mau sahabatan sama kami.
Anak 6: Iya, aku juga seneng kalo kamu mau bersosiallisasi sama kita-kita. Mulai sekarang tinggalin dunia maya, hiduplah di untuk nyata!
Chaca  : Iya, iya.. (tersenyum) Duniaku bukan dunia maya, tapi nyata...

Rian     : (melirik sambil tersenyum penuh arti)

*******************************************************************************
*Ini soundtrack filmnya. Teman sekelas saya yang jago musik yang nyiptain, sementara liriknya dari saya.

Bukan Maya, Tapi Nyata

Kucoba berpaling dari dunia
Beralih ke dunia lain
Hingga jiwa tertutup maya
Hidup pun tak tentu arah

Aku tau itu bukan duniaku
Dunia fatamorgana maya
Tak ada kedamaian meski banyak kesenangan
Namun bukan itu yang kubutuhkan

Aku hanya ingin jadi bagian mereka
Mereka yg benar-benar ada
Bukan maya, tapi nyata